Ga terasa, ternyata i udah mulai UTS lagi, hiks..hiks..hiks .. tapi itu lebih baik, karena menandakan sebentar lagi i bakalan semester 6,7,8 en then lulus! Tepat di hari minggu itu pun, om ku yang dari eithopia pulang. Dan sekali lagi, i ga sempet ketemu sama mereka T_T, jadi nya ga dapet oleh2 deh !!!
Tapi ga pa2, pas i konfirmasi lagi, ternyata om ku ada di indonesia sampai tanggal 11 may, jadi i masih sempet ketemu dia dan si kecil farrel. I sama sekali belum bertemu dengan sepupuku yang satu itu. Satu karena kesibukan ku di kantor yang dulu, kedua karena kesibukanku kuliah. Untungnya semester ini aku ada liburnya, jadi niatnya sabtu besok mau maen ke sana. Kira2 bawain apa ya ????? ....
Oiya, kemaren aku ngobrol dengan salah satu temanku, sebut saja N. Ternyata dia sudah berhenti dari pekerjaannya di perusahaan batubara yang cukup ternama. Akupun cukup kaget, karena bagaimana perusahaan yang cukup sattle bisa tiba-tiba drop. Ternyata perusahaan yang awalnya merupakan join venture dengan pihak asing, tapi beberapa bulan yang lalu si pemodal asing menarik investasinya, sehingga menyebabkan perusahaan intu collapse. Yah... bertambah lagi pengangguran di indonesia.
Sekarang temanku ini sedang mencoba untuk find a job lagi. Tapi sekarang mencari kerja tidaklah semudah yang dibayangkan. Bahkan beberapa perusahaan besar, sekarang ini menetapkan program outsourcing sebagai model rekrutment mereka. Hal ini i anggap sangat menyedihkan, karena pekerja hanya di kontrak beberapa bulan, setelah itu apabila kinerjanya tidak sesuai dengan keinginan, maka tidak akan dipekerjakan lagi. Tapi apabila kinerjanya oke, maka kontraknya akan dilanjutkan kembali. Begitu seterusnya, kontrak, kontrak dan kontrak kerja. Status pekerja yang tidak jelas dan dedikasi yang tidak dihargai. Itulah mungkin nasib para pencari kerja. Huh.. susahnya cari kerja ...
Fenomena yang cukup menyedihkan di indonesia. Kita tidak bisa menyalahkan perusahaan sebagai mencipta lapangan kerja. Apabila kita ambil dari sudut pandang perusahaan, maka perusahaan pun memiliki alasan yang klise untuk menjawab hal ini, yaitu ‘mereka harus menekan biasa produksi agar mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya (efesiensi biaya produksi)’. Tidak ada pihak yang salah dan harus disalahkan. Semuanya berbalik kepada masing-masing individu. Perusahaan yang baik pasti memberikan jaminan atas kesehatan dan kesejahteraan pegawainya. Beruntunglah kalian yang sudah memiliki pekerjaan. . .
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
kalo kita mandang susah bgt cari kerja, gmn kalo coba ganti perspektifnya...
kita coba aja buat kerja...
ya gak?!
Posting Komentar